Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rencanakan Watu Ulo - Papuma Satu Tiket

September 16, 2021 WIB Last Updated 2022-02-18T04:23:10Z


Jember -- Berharap pengelolaan pariwisata Jember secara maksimal, Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto mengajak manajemen Perhutani divisi ekowisata untuk bekerjasama. 

 

Bupati Hendy mengatakan bahwa banyak potensi wisata yang dimiliki oleh perhutani yang belum terkelola dengan maksimal. Dari beberapa potensi wisata yang dimiliki Perhutani, pasir putih malika (papuma) yang paling dominan terkelola dengan baik. 

 

“Kami ingin kita kerjasama, kami ingin diberi hak pengelolaan berbagai potensi wisata milik Perhutani, jadi bukan hanya Papuma nanti, tapi juga seperti air terjun bidadari, semua,” kata Bupati Hendy dalam sesi wawancara.

 

Hendy mengaku dengan pengelolaan wisata itu, pemerintah akan berfokus pada kesejahteraan masyarakat,, membuka lebih banyak pekerjaan, menciptakan wisata yang nyaman, menyenangkan dan terjangkau, serta membuka peluang usaha juga bagi warga Jember. 

 

Untuk akses menuju lokasi wisata, Bupati Hendy mengaku pihaknya sedang menggarap peningkatan kualitas jalan sepanjang 1.000 kilometer lebih, termasuk menuju ke tempat wisata.

 

“Kita targetkan minggu depan sudah bisa teken kerjasama Pemkab Jember dengan Perhutani,” sambungnya.

 

Sementara GM KBM Ecotourism Perhutani Surabaya, Berthus Sudarmeidi menyambut baik rencana yang disampaikan oleh Bupati Hendy Siswanto. Dia mengaku hal ini sudah lama ditunggu oleh pihak Perhutani.

 

“Kami menyambut baik apa yang bapak bupati sampaikan barusan, seperti apa bentuk kerjasamanya, dan ini sudah lama kami tunggu kolaborasi ini,” ungkap Berthus.

 

Khusus Papuma, Berthus menyarankan agar Papuma dan Watuulo dijadikan satu tiket terusan dengan memaksimalkan potensi yang ada.

 

“Mungkin di antara Papuma dan Watu Ulo itu kan ada lahan yang nganggur itu, itu bisa dijadikan semacam public resortnya, kami menyarankan untuk satu tiket saja papuma dan watuulo,” kata Berthus.(*)