Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Temui Jalan Buntu, Kemenag Jember Akan Lakukan Mediasi Ulang Terkait Konflik MTS NU Al-Badar

Maret 28, 2022 WIB Last Updated 2022-03-28T16:01:29Z

 

Ahmad Tholabi saat memberikan penjelasan bahwa akan ada mediasi ulang


Jember, jembernews.com | Shohibul Qirom selaku kepala sekolah yang lama MTS NU AL-Badar Kaliwining Rambipuji mengatakan bahwa akan ada mediasi ulang dengan mengundang semua pihak yang terkait. 


Konflik internal itu diduga karena ada penggantian kepala sekolah secara sepihak dengan mengesampingkan persyaratan yang dibutuhkan.


Shohibul Qirom selaku mantan kepala sekolah turut hadir dalam mediasi tersebut. Ia mengatakan akan ada mediasi ulang terkait permasalahan ini.


"Akan ada pertemuan lagi antata Kepala sekolah lama dan kepala sekolah baru, dari pihak yayasan dan dari tokoh- tokoh bersama muspika akan dipertemukan lagi," kata Shohibul Qirom usai mediasi dan menyampaikan permasalahan tersebut dihadapan Kementrian Agama Kabupaten Jember pada hari Senin (28/3/2022).


Sementara itu, Ahmad Tholabi selaku kabag TU Kementrian Agama Jember mengatakan bahwa konflik internal yayasan yang seharusnya diselesaikan internal yayasan, tetapi masalah itu tidak bisa diselesaikan oleh internal yayasan.


"Ada beberapa guru dan masyarakat datang ke Kemenag Jember untuk mengadu terkait masalah internal, jelas Tholabi.


"Sementara itu, selama ini kami memberi kelonggaran kepada internal Yayasan untuk menyelesaikan di internal sendiri. Dan keputusan hari ini yang hadir dari kedua belah pihak bahwa kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini hari ini, dan harus ada pertemuan lanjutan, kita akan pertemukan ketua yayasan dengan kepala sekolah yang baru dan kepala sekolah yang lama. Terlait tempat dan waktunya masih kami diskusikan," kata Ahmad Tholabi.


Tholabi juga menjelaskan terkait dengan proses belajar mengajar untuk siswa tidak ada masalah. Sementara itu untuk guru yang terkait penggantian password itu merupakan masalah teknis bagian pendidikan. Ia mengatakan hal itu bahwa bukan kapasitasnya. (*)