Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Soal Honor Kegiatan, Ketua PKB Sarankan Agar Bupati Hendy Cabut Perbup Warisan Faida

Agustus 27, 2021 WIB Last Updated 2022-02-18T04:23:13Z

Jember, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Jember memberikan saran agar mencabut Perbup soal honor kegiatan yang diterbitkan Bupati Faida. Hal ini merupakan sikap atas viralnya pemberitaan soal honor penanganan pada pasien meninggal Covid-19 kepada Bupati Jember, Sekretaris kabupaten dan dua orang pejabat BPBD. 


Ketua DPC PKB Ayub Junaidi menyarankan kepada Bupati Hendy untuk mengevaluasi dan mencabut Perbup terkait honorarium kegiatan yang terbit dimasa pemerintahan sebelumnya. 


Ayub Junaedi menyebut munculnya honor tersebut akibat belum dicabutnya Perbup atau peraturan bupati yang melegalkan adanya honor untuk tim pengarah kegiatan.


Agar kasus serupa tidak lagi muncul di kemudian hari, Ayub mendorong Bupati Hendy Siswanto mencabut Perbup yang dibuat Bupati Faida.


”Jika tidak dicabut, siapapun bupatinya pasti akan terbentur dengan aturan tentang honorarium kegiatan, yang dikeluarkan oleh pemerintahan periode sebelumnya,” kata DPC PKB Jember HM. Ayub Junaedi Jumat siang.


Ayub kemudian menjelaskan, di periode lalu ada peraturan bupati yang mengatur tentang honorarium kegiatan untuk penasehat, pengarah dan sebagainya dalam setiap kegiatan. Ayub mencontohkan dulu banyak sekali kegiatan kongres, dimana bupati selalu ada dalam struktur. Tentu SK kepanitiaan akan berdampak terhadap anggaran.


“Coba dulu ada berapa macam kongres, ada kongres tukang becanda, ada kongres ibu hamil. Besarnya perkegiatan empat juta,”katanya.


“Dulu jaman Bupati Jalal besarnya honor (tim pengarah) 1,2 juta perkegiatan. Nah jaman Faida dirubah menjadi 4 juta per kegiatan,” sambungnya.


Seperti ramai di sosial media sebelum muncul di pemberitaan jika bupati, sekda, kepala BPBD dan kabid  BPBD mendapat honor 100 ribu rupiah dari setiap pemakaman pasien covid. Sehingga dari total 705 pemakaman, para pejabat masing-masing mendapat honor 70,5 juta rupiah. Namun uang tersebut kemudian dikembalikan lagi ke Kas Daerah atau Kasda. Sebelumnya Bupati Hendy berwacana akan memberikan uang honor yang akan diterimanya tersebut untuk dibagikan kepada keluarga korban meninggal akibat Covid-19. Namun ternyata diurungkan dengan mengembalikan honor tersebut ke Kasda. Total uang yang dikembalikan ke Kasda sebesar Rp 282 juta. (*)