Investasi Mata Uang Kripto Saat Pendemi, Apa Menguntungkan?

Kategori Berita

.

Investasi Mata Uang Kripto Saat Pendemi, Apa Menguntungkan?

Senin, 11 Januari 2021

 Sejumlah mata uang digital ( cryptocurrency) terus menunjukkan kinerja positif di tengah perlambatan ekonomi imbas pandemi covid-19. Dogecoin dan aurora misalnya, dua aset kripto ini masing-masing mengalami kenaikan hampir 100 persen dan 300 persen dalam satu hari perdagangan. Kondisi ini kian melengkapi bersinarnya mata uang digital di masa pandemi dan kenormalan baru (new normal). Pada awal pandemi merebak di Maret 2020, bitcoin juga mencatat kinerja moncer. Baca juga: Binance dan Tokocrypto Perdagangkan Aset Kripto Berbasis Rupiah Harga bitcoin sempat melambung dari Rp 64 juta menjadi sekitar Rp 135 juta, dan bertahan di kisaran Rp 130 juta saat ini. CEO Indonesia Digital Asset Exchange (Indodax) Oscar Darmawan mengatakan, performa mata uang digital di tengah pandemi seperti saat ini bisa membantu mendorong geliat perekonomian. Investor dan trader bisa memanfaatkan momentum ini untuk meraup keuntungan dan menutup kerugian akibat penurunan (sideway) kinerja produk investasi lain imbas wabah covid-19. "Investor dan trader akan beralih ke tempat yang lebih menarik untuk membantu meningkatkan pendapatan mereka, salah satunya cryptocurrency. Sekarang kita melihat tren berbagai kripto lain ikut mengalami kenaikan bergantian. Hampir setiap minggu ada koin yang diperdagangkan di Indodax mengalami kenaikan 100 persen," ujar Oscar dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020). 

Baca juga: Usai Corona, Penggunaan Blockchain dan Aset Kripto Makin Meningkat? Menurut Oscar, masih ada mata uang digital lainnya yang berpotensi mengalami kenaikan harga secara fantastis. Hal ini terjadi seiring meningkatnya permintaan mata uang digital karena infrastruktur dompet aset kripto ( blockchain) yang semakin berkembang. Oscar juga sepakat dengan para analis Amerika Serikat (AS) yang menyatakan harga bitcoin akan terus mengalami peningkatan signifikan pascapandemi berakhir. "Bitcoin akan mengalami lonjakan harga setelah halving day atau pembatasan supply pada Mei lalu," ucapnya. Adapun harga aurora di market Indodax meningkat dari Rp 53 per koin pada 12 Juli 2020 menjadi Rp242 pada 13 Juli 2020. Volume transaksi aurora di Indodax juga mencapai lebih dari Rp 70 miliar pada perdagangan pagi ini. "Masyarakat Indonesia tentu bisa mengambil momen ini dan belum terlambat untuk berinvastasi di cryptocurrency. Indodax hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dari sisi investasi alternatif dan meningkatkan literasi keuangan digital," tutur Oscar. Aurora (AOA) merupakan sebuah protokol blockchain yang dapat digunakan untuk membuat token dan ekosistem blockchain. Aurora adalah cryptocurrency dari perusahaan Aurorachain yang berasal dari China.