Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cegah Rusuh Lagi, Bupati Hendy Undang Semua Ketua Perguruan Silat Se-Jember

Juni 09, 2021 WIB Last Updated 2022-02-18T04:23:24Z

 



Jember Kota -- Pemerintah Kabupaten Jember mengundang semua Perguruan Silat untuk menandatangani Nota Kesepakatan Damai antar Perguruan Silat se Jember, Rabu (09/06/2021). Hal ini adalah untuk meredam beberapa kerusuhan akibat oknum kelompok perguruan silat di Jember. Beberapa kali sudah terjadi perselisihan dan bentrok antara oknum Perguruan Silat terjadi di Kabupaten Jember di tahun 2021.


Acara penandatanganan  Kesepakatan Damai Perguruan Silat ini diadakan di Pendopo Wahya Wibawa Graha mengambil tema “Menjaga keutuhan NKRI.


"Saya ucapkan terima kasih, kepada Ketua dari 30 Perguruan Silat yang telah hadir dalam kesepakatan bersama ini, " ujar Bupati Jember Hendy Siswanto mengawali sambutannya.


Tampak Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Gus Firjaun, Kapolres Jember AKBP Arif Rahman Arifin, Dandim 0824 Jember Letkol Inf. La Ode M Nurdin, Ketua IPSI Jember Agus Supa'at dan Lembaga terkait serta tiga puluh Perguruan Silat se Jember.


Hendy berharap para Perguruan silat bisa rukun sehingga pembangunan bisa lebih cepat. "Saatnya Jember bangkit, jangan karena kerusuhan antar Perguruan pembangunan terhambat, sekarang kita fokus pada penuntasan ekonomi dan menarik investor untuk membantu Jember," katanya.


Kapolres Jember AKBP Arif Rahman Arifin mengapresiasi langkah bupati, mengingat di tahun 2021 ada 10 kasus kerusuhan yang melibatkan anggota Perguruan silat. 


"Momen ini sangat luar biasa, saya harap kerusuhan-kerusuhan kemarin tidak terulang lagi, agar Jember tetap kondusif," katanya.


Ketua Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Jember Jono Wasinuddin, Ia mengaku mendukung langkah bupati, bahkan jika kadernya ada yang melanggar, akan disanksi tegas. 


"Saksi terberat pemecatan,  dan pengambilan kain Mori nya, tapi setelah diberikan peringatan satu," ucapnya.


Lebih lanjut, Ketua IPSI Jember Agus Supaat membacakan ini kesepakan tersebut, kata dia menciptakan ketertiban dan keamanan dimasyarakat.


"Menciptakan kondisifitas di kehidupan masyarakat melalui anggota, lalu Ketua Perguruan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh kader dan anggotanya, " katanya


Selanjutnya, jika ada kerusuhan yang dillakukan anggota Perguruannya, maka oknum atau pelakunya akan diproses sesuai undang-undang.


"Jika terjadi berulang-ulang, pemkab jember akan memberikan sanksi berupa pelarangan organisasi di Jember, " katanya


Selebihnya, Polres Jember akan melakukan tindakan tegas dan terukur, terhadap tindakan premanisme dan kriminalisme yang dilakukan Perguruan silat.


"Kesepakan Perguruan silat ini, harus diikuti dengan sportifitas dan kesetiakawanan untuk membangun bangsa Indonesia, " tandasnya


Sebelum menandatangani Nota Kesepakatan Damai, para Ketua Perguruan masing-masing memperagakan salam pencaknya sebagai tanda saling menghormati antara Perguruan Silat.


Inilah lima Poin Nota Kesepakatan Antar Perguruan Silat


Pertama sanggup menciptakan ketertiban dan keamanan di Masyarakat.


Kedua menciptakan kekondusifan di kehidupan masyarakat melalui anggota dan ketua Perguruan siap bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh kader dan anggotanya.


Ketiga, jika ada kerusuhan yang dilakukan anggota Perguruan, maka oknum atau pelakunya akan diproses sesuai undang-undang yang berlaku.


Keempat, jika terjadi berulang-ulang Pemkab akan memberikan sanksi berupa pelarangan organisasi bersangkutan berdiri Kabupaten Jember.


Dan yang Kelima, Polres Jember akan melakukan tindakan tegas dan terukur, terhadap tindakan premanisme dan Kriminalisme yang dilakukan oleh Perguruan silat.


"Kesepakatan perguruan silat ini, harus diikuti dengan sportifitas dan kesetiakawanan untuk membangun bangsa Indonesia." tutur Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember Agus Supa'at usai membacakan deklarasikan Kesepakatan damai. (ton)