Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Banyak Warga Enggan Vaksin Karena Takut Disuntik

Juni 21, 2021 WIB Last Updated 2022-02-18T04:23:21Z


Jember Kota -- Vaksinasi Covid-19 tahap kedua itu masih 28 persen, padahal tahap pertama bisa mencapai 52 persen. Hal ini karena banyak warga yang masih enggan disuntik vaksin dengan alasan takut suntik maupun disinformasi mengenai vaksin itu sendiri. 


Hal itu dikatakan oleh Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto usai melakukan rapat bersama Wakil Bupati Jember KH. MB Firjaun Barlaman dan jajaran Forkopimda untuk koordinasi pencegahan Covid-19 pada hari Senin (21/06/2021).

 

Rapat yang berlangsung secara luring di Pendopo Wahyawibawagraha dan diikuti secara daring oleh para camat, kapolsek, kepala desa, babinsa di kantornya masing-masing.

 

Bupati yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Hendy Siswanto menyampaikan, para pejabat di tingkat bawah untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap kepatuhan warga akan protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah. Menurutnya, pejabat paling bawah perannya sangat berpengaruh terhadap langkah pencegahan Covid-19 ini.

 

“Bagaimana PPKM kita harus ada konsistensi, jangan sampai lengah, pemerintah paling bawah terutama Ketua RT/RW ini yang paling tahu masyarakat, jika ada pendatang untuk swab dulu, ini perlu kedisiplinan kita semua,” kata Bupati Hendy dalam pengarahannya.

 

Di samping itu, Bupati Hendy juga meneruskan pesan Mendagri dimana sektor ekonomi dan penanganan Covid-19 ini harus terus berjalan beriringan, dengan memaksimalkan penyerapan anggaran yang telah ada. Dia tidak ingin pada akhir tahun nanti penyerapan anggaran masih rendah.

 

Bupati Hendy mengatakan, Pemkab Jember telah menyelenggarakan evaluasi penyerapan anggaran dan akan dilaksanakan evaluasi terus menerus ke depannya.

 

“Kalau untuk vaksinasi, untuk vaksinasi tahap pertama mencapai 52 persen, dan tahap kedua itu masih 28 persen, penyebabnya banyak warga yang masih enggan disuntik vaksin dengan alasan takut suntik maupun disinformasi mengenai vaksin itu sendiri,” sambungnya.

 

Dia menginginkan seluruh warga Kabupaten Jember untuk kompak, patuh terhadap protokol kesehatan dan bersedia untuk divaksin supaya bencana ini segera berakhir. (ton)