Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mau ke Pesantren Lagi, Ratusan Santri Nurul Jadid dapat Fasilitas Tes Swab GeNose

Mei 22, 2021 WIB Last Updated 2022-02-18T04:23:27Z

 

Jember -- Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) memberikan fasilitasi santri Pondok Pesanten Nurul Jadid yang akan kembali ke pesantren dengan tes Swab GeNose. Santri Ponpes Nurul Jadid asal Kabupaten Jember yang akan kembali ada 385. Jadwal berangkat ke pondok pesantren akan dilakukan pada hari Senin (24/5/2021). 

 

Para santri tersebut akan mengikuti tes swab yang disediakan oleh alumni Ponpes Nurul Jadid dan Dinkes Jember. “Untuk tes swab dari Dinkes sebanyak 200 santri, selebihnya kami upaya mandiri,” kata sekretaris pengurus P4NJ Jember Sony Sulum. 


Menurut Sony Sulum, P4NJ Jember menyediakan tes swab GeNose bagi santri yang tidak terkaver tes swab dari Dinkes. Sehingga, ketika kembali mereka bisa benar-benar dinyatakan negatif dari virus corona. “Sampai sekarang sudah ada 250 santri yang mendaftar secara online untuk balik ke pondok,” jelas dia. 


Mekanisme pemberangkatan, kata Sony Sulum, dilakukan di kampus IAIN Jember. Para santri diantar wali santri ke tempat tersebut sekitar pukul 07.00 WIB. Disana, para santri mengurus administrasi terlebih dahulu. 


“Santri harus bawa foto copy KTP dan KK untuk pendataan dan tes swab,” tambah Sony Sulum. 


Tes swab yang disediakan Dinkes Jember akan dilakukan di Puskesmas. P4NJ juga sudah menyediakan kendaraan untuk mengantarkan para santri.  Selain itu, juga menyediakan bus yang akan berangkat dari Jember menuju Ponpes di Paiton Probolinggo. 


“Kami menyediakan lima bis untuk berangkat,” tambah Sony Sulum.  


Keberangkatan ke Ponpes Nurul Jadid akan dilakukan ketika semua santri sudah melakukan tes swab. “Perkiraan hasil tes swab pukul 13.00 WIB selesai, setelah itu langsung berangkat,” tambah pria yang akrab disapa Ji Sony ini. 


Dia menghimbau pada santri dan wali santri yang akan mengantarkan anaknya ke kampus IAIN Jember agar tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti menghindari terjadinya kerumunan, memakai masker dan selalu mencuci tangan. “Wali santri dan santri akan dipisah agar tidak terjadi kerumunan,” tutur dia. (*)