Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Bansos Hibah Desa Mrawan Tanpa Papan Keterangan

Januari 29, 2022 WIB Last Updated 2022-02-18T04:23:07Z

 


Mrawan -- Pembangunan proyek Bantuan Dana Hibah dari Pemprov Jatim di Dusun Lengkong Barat, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Jember, tanpa adanya papan keterangan tentang proyek yang sudah dikerjakan.


Hal ini banyak menimbulkan berbagai macam spekulasi yang beredar di masyarakat. Menurut warga sekitar mereka beranggapan bahwa awak media sudah pasti mengetahui proyek tersebut. Padahal pihak media sendiri kesulitan mengungkap “Tabir Proyek Siluman” tersebut.




Masyarakat menduga bahwa proyek tersebut memang ada unsur disengaja oleh pihak rekanan dengan tidak memasang papan informasi.


Bukan tanpa sebab,  hingga saat ini belum diketahui pasti siapa yang bertanggungjawab. Belum mendapat titik terang dan saling lempar. Masyarakat pun berharap ini bener-bener di usut hingga tuntas karena menyangkut uang negara.





Sebelumnya, pelaksana di lapangan Pak An menyebut, yang bertanggungjawab semua kegiatan tersebut adalah salah seorang perangkat desa daerah setempat.


Pihaknya mengaku, hanya menjalankan tugas untuk bagian pembangunan saja dan tidak tahu secara lengkap siapa penanggungjawab sebenarnya.


Sementara pihak Kepala Desa Mrawan Salim, saat ditemui di ruang kerjanya membantah, perangkat desa yang dimaksud tidak ada kaitannya dengan proyek tersebut.


Dirinya juga mengaku tidak tahu pasti, siapa ketua kelompok masyarakat yang bertanggungjawab dalam proyek yang diperkirakan ratusan juta rupiah tersebut dengan alasan belum melihat proposal.


Menurutnya, perangkat desa sifatnya hanya sebatas membantu mempermudah karena yang mempunyai wilayah.


"Bukan menghendel kasun (kepala dusun). Misalkan butuh tanda tangan camat, kasunnya hanya membantu. Tapi dalam pengelolaan programnya, kasun tidak berkecimpung,"sebutnya, 


Dirinya mempertegas, salah satu tugas kepala dusun adalah membantu masyarakat apa yang menjadi kebutuhan.


"Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam artian demi kemajuan masyarakat dan dikerjakan sebagaimana mestinya dan sesuai prosedur itu tidak salah," ungkapnya.


"Kepala desa menyarankan, semua pokmas itu boleh saja. Asal sesuai ketentuan yang ada. Selama tujuan membangun desa dan tidak merugikan masyarakat juga sesuai dengan speknya, kami mendukung," ungkapnya.


Kembali dirinya mempertegas, bahwa pihak perangkat desa tidak masuk dalam struktur pokmas.


"Tidak ada dalam susunan pengurus dan struktur pokmas yang dimaksud," tegasnya.


Kendati demikian, pihaknya tetap mendukung pelaksanaan program tersebut selama membawa manfaat bagi masyarakat banyak.


"Selama sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang benar juga tidak merugikan masyarakat, kami mendukung," lanjutnya.


Dirinya berharap pelaksanaan program tersebut dikerjakan sesuai ketentuan yang ada dan dijaga kualitasnya.


"Saya berharap kepada semua pokmas yang ada di Desa Mrawan, karena ini adalah anggaran negara yang dipertanggungjawabkan dan saya minta harus transparan," pintanya.


Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga mempertanyakan munculnya proyek tanpa papan nama yang tiba-tiba ambruk dalam hitungan bulan.


Mereka menduga, ada upaya persekongkolan beberapa oknum yang disinyalir bermain agar masyarakat tidak tahu.


Masyarakat juga mengancam, akan melaporkan kepada kejaksaan jika proyek tersebut tidak transparan dan tidak diperbaiki sesuai ketentuan yang benar. (zain)