Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Drainase Diduga Bodong Resahkan Warga Jenggawah

Juli 20, 2021 WIB Last Updated 2022-02-18T04:23:17Z
Terkesan tertutup, pembangunan drainase tanpa papan penjelasan proyek yang berada di wilayah Kecamatan Jenggawah (foto: istimewa)

 

Jenggawah -- Proyek drainase yang diduga bodong terjadi di Kecamatan Jenggawah. Proyek tanpa adanya papan keterangan sumber anggaran serta besaran biaya di lokasi (18/7/21).

 

Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa proyek drainase kanan kiri dan cor beton bahu jalan dikeluhkan masyarakat, pasalnya dalam pengerjaannya cendrung ditutup-tutupi dan juga kurang adanya keterbukaan informasi.  

 

Masyarakat sekitar tidak mengetahui besaran volume dan juga besaran anggaran yang di gelontorkan dan juga sumber anggaran yang kurang jelas jadi tidak sesuai uu nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Jadi terindikasi adanya dugaan penyelewengan anggaran dan juga adanya dugaan pengerjaan yang asal asalan dikarenakan tidak bisanya masyarakat untuk mengontrol proyek tersebut.

 

Papan proyek adalah sebagai salah satu sarana informasi untuk warga, tanpa papan informasi bisa terjadi kecurangan dalam pengerjaan. (foto: istimewa)

 

Pak musleh sebagai pengawas proyek dan  kepala dusun setempat dikonfirmasi wartawan cenderung menutup nutupi dan hanya mengatakan " anggaran tersebut yang lebih tau bapak Jarwo mantan Kepala Desa Kemuningsari" ujarnya.



Ketika ditanya masalah papan nama " kalau bansos memang tidak ada papan nama  beda dengan anggaran lainnya seperti ADD dan DD" ungkapnya.



Awak media mencoba menghubungi jarwo mantan kepala desa kumingsari melalui pesan singkat WA " Setiap pekerjaan munculnya prasasti bapak ini mulai dipasang" ungkapnya.



Padahal proyek tersebut merupakan bansos propinsi yang notabennya merupakan anggaran negara yang berasal dari pajak masyarakat, sehingga perlunya masyarakat tau akan besaran anggaran dan juga volume pengerjaannya dan juga kualitas pengerjaannya dengan adanya papan nama dan sosialisasi ke lingkungan sekitar, tetapi hal tersebut tidak dilakukan sehingga terkesan adanya menutup nutupi keberadaan proyek tersebut dan adanya dugaan indikasi penyelewengan anggaran.



Ketika wartawan konfirmasi kembali ke pengawas proyek pak musleh dia mengatakan bahwa volume panjang tidak tau kepastian panjangnya. hal tersebut yang menjadi keluhan masyarakat karena masyarakat tidak bisa mengkontrol.



Awakmedia mencoba konfirmasi ke kepala desa kertonegoro bu munfarida " kalau memang dibutuhkan papan nama harus di munculkan maka saya akan menegur jarwo sebagai tim pengawas lapangan" ungkapnya.



Padahal dalam setiap pengerjaan proyek bansos propinsi tersebut harus atas nama pokmas dan masyarakat sekitar bukan atas nama pribadi tetapi sampai detik ini wartawan tidak menemukan ketua pokmas dan juga anggota lainnya dilapangan sebagai pengawas proyek. (tim-zonajember)