Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kondisi Hamdan Butuh Dermawan Untuk Berobat

Maret 06, 2021 WIB Last Updated 2022-02-18T04:23:49Z




Jember, Kabarejember.com 

-- Sungguh sangat memilukan dan mengiris hati bagi yang melihatnya,  hanya bisa berbaring tergolek lemah dan tak berdaya. Mampu melihat dan mendengar tetapi tidak bisa merespon atau bereaksi ketika diajak berinteraksi. Hari-harinya hanya dihabiskan di atas tempat tidur lusuh atau dalam pangkuan penuh kasih sayang dari kedua orang tuanya yang tulus ikhlas telah merawat dan membesarkannya.


Seperti itulah gambaran kondisi Hamdan Nur alias Sulaiman, kelahiran 21 Maret 2013, anak pertama dari pasangan suami istri Herman Felani dan Nur Umi, penduduk Dusun Kalimalang Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. 


Hamdan mengalami kelumpuhan sejak bayi berusia 4 bulan, kerusakan atau gangguan pada saraf sensorik dan motorik diduga menjadi penyebab lumpuhnya Hamdan, karena terkena step yang disebabkan  demam tinggi. 


Pada tahun 2013 ketika Hamdan berusia sekitar 4 bulan, bersama kedua orang tuanya dibawa pergi ke Pasuruan untuk menjenguk  orang tua (kakek nenek) dari ayahnya. Di kota Pasuruan inilah awal tragedi memilukan menimpa keluarganya, suhu badan Hamdan sangat tinggi hingga terkena step. Sempat dirawat kurang lebih selama 2 minggu di salah satu Rumah Sakit di Bangil Pasuruan. Kondisinya tidak membaik tetapi justru mengalami penurunan.


"Saya terpaksa membawa Hamdan pulang secara paksa dari Rumah Sakit, bukan sembuh tetapi malah semakin parah, dan membawa anak saya kembali ke Jember. Sejak itu saya trauma dengan Rumah Sakit dan mengusahakan pengobatan anak saya (Hamdan) dengan pengobatan alternatif", tutur Herman yang merupakan Bapak dari Hamdan.


Saat ini Hamdan bersama kedua orang tua dan adik perempuannya bernama Lailatul Jannah berusia 7 tahun, menumpang tinggal di rumah neneknya bernama Poniyem di Dusun Kalimalang Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas.


Kondisi kesehatan Hamdan sebenarnya sangat membutuhkan uluran tangan medis maupun bantuan para dermawan untuk mengupayakan pengobatan, tetapi kepekaan dan kepedulian Pemerintah setempat sampai saat ini tak kunjung datang. "Sampai saat ini keluarga kami tidak pernah menerima bantuan apapun dari Pemerintah seperti BLT atau PKH dan lainnya. Padahal kami lebih sangat membutuhkan untuk membantu biaya pengobatan anak saya, dibandingkan dengan mereka yang kaya, kok mereka malah dapat bantuan ," ujar Herman lirih.


Sementara Nur Umi (ibu Hamdan) mengatakan ,"Saya ikhlas menerima musibah ini, saya akan tetap merawat dan menyembuhkan anak saya meskipun dengan pengobatan alternatif. Semoga Allah memberikan jalan keluar supaya anak saya dapat diobati dan sembuh kembali."kata Umi dengan mata berkaca-kaca menahan tangis. (her)